MENDUKUNG KESUKSESAN ANAK

TAK HANYA PENDIDIKAN, INI 5 CARA MENDUKUNG KESUKSESAN ANAK

Hello Momsday! Sebagai orang tua, tentunya kita selalu ingin memberikan yang terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil. Banyak cara yang dapat Momsday lakukan untuk membuat sang buah hati bisa mengeluarkan kemampuan dan potensinya secara maksimal. Pada artikel kali ini Atika akan membagikan informasi berupa 7 cara mendukung kesuksesan anak ya Moms!

Pendidikan memang menjadi faktor penting untuk mendukung kesuksesan sang buah hati. Akan tetapi, orang tua juga wajib berperan menjadi support system untuk Si Kecil. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesuksesan Si Kecil di masa depan nanti adalah peran orang tua. Hal ini bisa kalian berikan melalui pola asuh, edukasi, dan lainnya. Berikut adalah 7 cara yang dapat Momspapsday lakukan untuk mendukung Si Kecil.

Memahami dan mendukung potensi anak

Seringkali kita mendengarkan perdebatan antara orang tua dengan anaknya mengenai mimpi sang buah hati. Banyak orang tua yang mempunyai pemikiran bahwa cita-cita dan keinginan Si Kecil tidak akan membuahkan hasil yang baik bagi masa depannya. Padahal, hal ini justru dapat menghambat potensi sang buah hati untuk terus mengembangkan dan mengasah kemampuannya.

Penting bagi Momspapsday untuk memahami serta mendukung keinginan Si Kecil ingin menjadi seperti apa nantinya. Karena pada dasarnya, kesuksesan dapat anak raih jika mereka terus mengasah minat dan bakat yang sesuai dengan keinginan Si Kecil. Karena itu penting sekali bagi Momspapsday untuk tidak terlalu mengintervensi mimpi serta cita-cita yang Si Kecil inginkan ya!

Menanamkan rasa percaya diri pada anak

Salah satu cara yang efektif untuk mendukung kesuksesan anak adalah dengan menanamkan rasa percaya diri padanya sejak sedini mungkin. Rasa percaya diri merupakan kemampuan dasar yang harus Si Kecil miliki. Dengan percaya diri, sang buah hati akan lebih mudah untuk mengeksplore dan mempelajari hal baru. Selain itu rasa percaya diri adalah suatu kemampuan yang akan membuat dirinya bisa menjadi sosok pemimpin suatu saat nanti.

Mengajarkan anak cara bersosialisasi dengan baik

Selain memiliki rasa percaya diri, kemampuan untuk bersosialisasi sama pentingnya untuk mendukung Si Kecil menjadi pribadi yang sukses di masa depan. Pasalnya, kemampuan besosialisasi tidak akan terlepas dimanapun Si Kecil berada. Karena pada dasarnya manusia adalah mahluk social yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Keahlian ini dapat melatih Si Kecil untuk mempunyai  kemampuan bekerja sama dengan orang lain.

Menjadi contoh yang baik bagi Si Kecil

Secara garis besar, anak-anak sangat suka meniru perilaku dan juga tingkah orang di lingkungan sekitarnya. Karena itu, penting bagi Momspapsday untuk menjadi sosok yang dapat Si Kecil contoh dengan baik. Ketika kalian melakukan sesuatu yang positif, ajaklah sang buah hati untuk berkontribusi bersama-sama dengan kalian. Seperti misalnya, mengajak Si Kecil bersedekah, ibadah bersama, dan juga melakukan aktifitas positif lainnya bersama-sama.

Latih rasa mandiri Si Kecil

Hal terakhir yang wajib Momspapsday ajarkan kepada Si Kecil adalah rasa kemandirian ya. Ini merupakan hal yang penting untuk mendukung sang buah hati menjadi pribadi yang dapat bertanggung jawab, kedisiplinan, mengembangkan kualitas Si Kecil, dan juga mempunyai kemampuan inisiatif yang baik. Hal ini sangat berguna untuk menjadikan Si Kecil pribadi yang kreatif dan inovatif.

Nah itu dia 5 cara mendukung kesuksesan anak ya Momspapsday! Pastikan kalian menerapkan 5 hal ini untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil menjadi pribadi yang sukses ya. Kira-kira kalian mau Atika bagikan artikel tentang apalagi nih Momspapsday? Berikan saran kalian melalui kolom komentar ya Momspapsday! Bagi kalian yang belum bergabung dengan Komunitas Parentoday pastikan untuk bergabung untuk mengakses informasi artikel terbaru ya.

JANGAN LUPA BACA INI YA! 7 CARA MENGATASI RASA GROGI PADA ANAK

Sleep Apnea pada Anak

KENALI SLEEP APNEA PADA ANAK: GEJALA, PENYEBAB, DAN PENGOBATAN!

Hello Momspapsday! Tidur adalah salah satu kebutuhan yang penting bagi Si Kecil. Untuk itu, penting bagi kalian untuk menjaga kualitas tidur Si Kecil untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya dengan baik. Salah satu masalah yang dapat mengganggu waktu tidur Si Kecil adalah Sleep Apnea. Masalah Sleep Apnea pada anak adalah suatu masalah yang harus Momspapsday kenali secara detail.

Hal ini berguna agar kalian dapat memberikan solusi yang tepat untuk menangani masalah tidur Si Kecil. Sebelum membahas informasi mengenai gejala, penyebab, serta cara untuk menanganinya, kita harus mengetahui apa itu sleep Apnea ya Moms. Berikut adalah penjelasan mengenai masalah sleep apnea pada anak ya Momspapsday! Yuk, Simak artikel ini sampai habis!

Apa itu Sleep Apnea?

Sleep Apnea atau dikenal juga sebagai tidur apnea adalah salah satu gangguan tidur yang membuat seseorang mengalami pernapasan yang terhenti pada beberapa saat dalam tidurnya. Berdasarkan informasi dari American Sleep Apnea Association, kondisi ini sering terjadi pada anak yang berusia 2 sampai 8 tahun. Gangguan ini cukup berbahaya bagi Si Kecil, karena dapat mengakibatkan beberapa dampak negative bahkan terburuknya adalah risiko kematian.

Gejala terjadinya Sleep Apnea pada Anak

  • Terdapat retakkan pada gigi

Gejala pertama yang dapat Momspapsday kenali pada Si Kecil yang mengalami sleep apnea adalah retakkan gigi yang terjadi tanpa adanya alasan yang jelas. Hal ini bisa menjadi salah satu tanda Si Kecil sedang mengalami masalah sleep apnea pada tidurnya.

  • Tidak tenang saat tidur

Pada umumnya ketika sang buah hati suka mengubah posisinya ketika tidur, itu merupakan hal yang biasa. Namun, jika Si Kecil seringkali membolak-balikan badannya dengan waktu yang sangat sering, itu patut kalian waspadai. Hal ini merupakan salah satu tanda gejala Sleep Apnea pada anak.

  • Mengompol

Pada umumnya, Ketika anak sudah menginjak usia sekolah, sudah seharusnya mereka tidak akan mengompol pada malam hari. Namun, masalah ini juga bisa terjadi karena adanya rasa stress, konsumsi kafein secara berlebihan, infeksi, dan juga menjadi salah satu gejala tidur apnea pada Si Kecil.

  • Berkeringat saat tidur

Berkeringat saat tidur adalah suatu fenomena yang sering terjadi pada setiap orang, baik dari orang dewasa maupun sampai anak kecil. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal seperti kebanyakan minum sebelum tidur, sedang mengalami sakit demam, ataupun penyakit sleep apnea pada Si Kecil.

Penyebab Sleep Apnea

Sleep apnea adalah salah satu masalah yang dapat menyebabkan berbagai macam efek yang buruk bagi kesehatan. Mulai dari risiko penyakit jantung, terjadinya stroke, terjadinya obesitas,  dan juga terjadinya masalah pada otot-otot Si Kecil. Karena itu, masalah ini tidak boleh Momspapsday anggap remeh ya, pastikan untuk segera memberikan solusi terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil dengan baik.

Cara mengatasi Sleep Apnea

Pengobatan yang dapat Momspapsday lakukan untuk menangani sleep apnea pada anak itu beragam. Setiap jenis pengobatan harus Moms berikan sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut adalah beberapa jenis pengobatan untuk mengatasi sleep apnea pada anak ya.

  • Adenotonsilektomi

Langkah pertama yang dapat Momspapsday lakukan untuk menangani masalah sleep apnea adalah memberikan pengobatan. Salah satu pengobatan yang efektif untuk masalah sleep apnea adalah pengobatan ini dapat kalian berikan bagi anak yang mengalami sleep apnea karena terjadinya amandel dan kelenjar gondok.

  • Terapi miofungsional

Tidak hanya melalui metode pengobatan, Momspapsday juga dapat memberikan terapi untuk Si Kecil. Salah satu terapi yang efektif untuk mengatasi masalah ini adalah terapi miofungsional. Terapi ini merukapan sebuah latihan mulut dan tenggorokan yang sangat berguna untuk menangani sleep apnea.

  • Ortondontik

Cara ini merupakan sebuah pendekatan ortodontik yang menggunakan perangkat keras gigi supaya menciptakan lebih banyak ruang di bagian mulut. Hal ini sangat berguna untuk memasukkan udara pada setiap anak yang seringkali mengalami sleep apnea.

Nah itu dia beberapa informasi mengenai sleep apnea pada anak mengenai gejalanya, penyebabnya, serta cara untuk mengatasinya. Pastikan Momspapsday memberikan solusi yang efektif untuk menangani sleep apnea pada Si Kecil ya. Kira-kira kalian mau Atika bagikan artikel tentang apalagi nih Momspapsday? Berikan saran kalian melalui kolom komentar ya!

JANGAN LUPA BACA INI YA MOMSPAPSDAY! LAKUKAN INI SEBELUM TIDUR BISA MENINGKATKAN BONDING DENGAN SI KECIL LOH MOMS

Anak mengalami sariawan

ANAK MENGALAMI SARIAWAN? HINDARI MAKANAN INI YA!

Hello Momspapsday! Siapa nih diantara kalian yang pernah melihat anak mengalami sariawan? Hal ini terjadi karena adanya virus yang masuk ke dalam tubuh Si Kecil. Sebenarnya penyakit ini jarang terjadi, namun Momspapsday harus mengetahui langkah menangani nya ya! Pada artikel kali ini Atika akan menjelaskan informasi mengenai penyebab dan cara mengatasi penyakit sariawan pada anak.

Sariawan atau stomatitis aftosa adalah suatu penyakit radang yang muncul dengan luka berwarna putih atau kuning, dengan tepian warna merah. Penyakit ini biasanya terjadi di bagian dalam mulut ataupun bibir. Walaupun tidak terlalu berbahaya, penyakit ini dapat menganggu aktifitas Si Kecil ketika makan, minum, dan juga bicara. Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab, cara mengatasi, dan juga jenis makanan yang harus Si Kecil perhatikan ketika sariawan.

Penyebab terjadinya sariawan pada anak

Secara garis besar, penyakit sariawan pada anak timbul karena adanya virus yang masuk. Namun, tidak hanya karena virus saja, ada beberapa jenis penyebab lainnya yang dapat mengakibatkan anak mengalami sariawan. Seperti misalnya adanya penyakit autoimun, kekurangan gizi, dan sensitif terhadap suatu makanan tertentu. Seperti misalnya cokelat, kopi, dan buah jeruk yang mengiritasi selaput lender di mulut Si Kecil.

Cara mengatasi sariawan pada anak

Untuk menangani penyakit sariawan pada anak, kalian dapat memberikan makanan dan juga vitamin c ya.  Selain itu, kalian juga harus memperhatikan makanan yang akan Si Kecil konsumsi agar tidak memperparah sariawannya. Karena banyak sekali makanan yang dapat memperparah penyakit sariawan pada Si Kecil lho! Selain itu, kalian dapat mengonsumsi makanan yang cocok untuk Si Kecil ketika mengalami sariawan.

Jenis makanan yang dapat Anak konsumsi ketika sariawan

Berikut adalah beberapa makanan yang dapat sang buah hati konsumsi ketika sedang mengalami penyakit sariawan.

  • Makanan yang lunak dan lembut

Pada saat anak mengalami sariawan, makanan dengan tektur yang lembut dan halus nisa membuat Si Kecil lebih mudah mengunyah makanan tersebut. Selain itu makanan dengan tekstur ini juga dapat membuat Si Kecil menelan tanpa harus merasa sakit. Seperti misalnya Yoghurt, Smoothies, dan pudding.

  • Buah yang mengandung banyak air

Buah yang memiliki kandungan air yang banyak juga sangat berguna untuk menangani masalah anak yang mengalami sariawan. Selain mudah untuk Si Kecil cerna, buah seperti ini dapat mencegah risiko Si Kecil terkena dehidrasi. Seperti misalnya buah stroberi, belimbing, dan juga apel.

  • Cemilan dingin

Terkadang sariawan membuat Si Kecil tidak nafsu makan seperti biasanya. Untuk itu, kalian dapat memberikan cemilan dingin untuk mereka ya Momspapsday! Selain makanan yang lembut, camilan dingin sangat cocok untuk diberikan kepada anak yang mengalami sariawan. Seperti misalnya buah-buahan yang dingin.

  • Minuman yang memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang baik

Selain memberikan makanan dengan terkstur dan kandungan yang baik, kalian juga dapat memberikan minuman yang baik untuk menangani sariawan Si Kecil. Seperti minuman segar yang memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang baik. Misalnya susu sapi, jus buah, susu kedelai, dan juga air kelapa.

Jenis makanan yang harus dihindari saat sariawan

Walaupun terdapat beberapa makanan yang dapat Si Kecil konsumsi ketika mengalami sariawan, ada juga yang tidak boleh mereka konsumsi. Berikut adalah beberapa makanan hindari ketika anak mengalami sariawan

  • Makanan yang terlalu asam

Makanan yang harus Si Kecil hindari saat mengalami sariawan adalah makanan dengan rasa  yang terlalu asam. Alasannya, makanan yang terlalu asam bisa membuat sariawan pada anak lebih lama sembuh. Kondisi mulut yang terlalu asam memiliki dampak buruk bagi sariawan.

  • Makanan pedas

Jika Si Kecil sangat menyukai makanan yang pedas, maka hindari makanan ini saat mereka mengalami sariawan ya Momspapsday. Makanan pedas adalah salah satu pemicu munculnya penyakit saraiawan. Dengan sang buah hati mengonsumsi makanan pedas, hal ini akan mengakibatkan panas dalam tubuh Si Kecil meningkat serta memicu munculnya sariawan.

  • Makanan yang panas

Selain menghindari jenis makanan-makanan yang pedas, makanan yang terlalu panas harus Si Kecil hindari saat mengalami sariawan. Makanan dan minuman yang terlalu panas dapat memperlambat proses penyembuhan sariawan yang Si Kecil alami.

  • Makanan dengan tekstur keras

Makanan dengan tekstur yang sangat keras juga tidak baik untuk Si Kecil konsumsi ketika mereka sedang mengalami penyakit sariawan. Alasannya, makanan yang keras bisa membuat mulut Si Kecil bekerja lebih ekstra ketika sedang mengunyah makanan. Selain itu, hal ini akan meningkatkan risiko terjadinya sariawan menjadi kegigit.

Nah itu dia beberapa informasi mengenai penyebab, cara mengatasi, serta makanan yang harus Si Kecil perhatikan saat mengalami sariawan ya. Pastikan Momspapsday selalu memerhatikan hal-hal tersebut untuk menangani masalah Si Kecil dengan baik ya. Kira-kira kalian mau Atika bagikan artikel tentang apalagi nih Momspapsday? Berikan saran kalian melalui kolom komentar ya!

JANGAN LUPA BACA INI YA! ANAK MENGALAMI CACINGAN? ATASI DENGAN HAL INI YA!

Ibu menyusui boleh mengkonsumsi durian

APAKAH IBU MENYUSUI BOLEH MENGONSUMSI DURIAN? YUK, SIMAK!

Hello Momsday! Tentunya kalian semua mengetahui bahwa mengkonsumsi durian ketika sedang hamil tidak boleh Moms lakukan. Namun, setelah Momsday melahirkan, apakah Ibu menyusui boleh mengkonsumsi durian atau tidak ya?mHal ini menjadi banyak perdebatan dimana-mana. Pada artikel kali ini, Atika akan menjelaskan informasi mengenai fakta Ibu menyusui saat mengkonsumsi durian ya.

Pada saat Moms sedang menyusui, kalian perlu memerhatikan makanan yang akan kalian konsumsi. Karena setiap makanan itu dapat mempengaruhi kandungan gizi dan juga nutrisi pada ASI kalian. Oleh karena itu kalian wajib untuk selektif dalam memilih makanan yang ingin kalian konsumsi. Hal ini wajib kalian perhatikan agar kualitas ASI kalian bisa memenuhi kebutuhan Si Kecil dengan baik.

Momsday bisa mengonsumsi makanan buah-buahan yang memiliki nutrisi dan gizi yang baik untuk mendukung pertumbuhan Si Kecil.  Walaupun begitu, durian menjadi salah satu buah yang menjadi perdebatan ketika Ibu sedang menyusui Si Kecil. Berikut adalah penjelasan mengenai fakta Ibu menyusui ketika mengkonsumsi durian ya Moms. Yuk, Simak artikel ini sampai habis!

Bolehkah Ibu menyusui boleh mengkonsumsi buah Durian?

Mungkin sebagian dari Momsday berpikir, buah durian memiliki dampak yang buruk bagi ASI ketika sedang menyusui Si Kecil. Pada faktanya, belum ada penelitian yang membuktikan dampak negatif dari makan durian saat hamil. Namun, menurut informasi dari Baby Centre, Momsday yang sedang hamil serta mengidap diabetes gestasional sebaiknya tidak mengkonsumsi buah durian karena kandungan gulanya yang tinggi.

Untuk itu, kalian harus selalu rutin untuk memeriksa kesehatan kalian ya Moms. Jika kalian memiliki kondisi tubuh yang sehat, maka Moms diperbolehkan untuk mengkonsumsi buah durian sesekali. Walaupun tidak dapat membuat ASI menjadi lebih kental dan lembut, durian sangatlah bermanfaat untuk tubuh lho! Jadi asumsi yang mengatakan kita tidak boleh mengonsumsi buah durian saat menyusui itu tidak sepenuhnya benar ya Moms.

Manfaat buah durian

Durian juga memilik beberapa manfaat yang baik untuk tubuh Momsday lho! Berikut adalah beberapa manfaat dari buah durian.

  • Meningkatkan energy tubuh

Pada umumnya, ketika Moms sedang hamil kalian akan sering mengalami rasa kelelahan. Hal ini terjadi karena adanya hormon oksitosin yang Momsday lepaskan selama menyusui dapat mengakibatkan rasa lelah pada tubuh kalian. Untuk menangani hal ini, kalian dapat mengkonsumsi buah durian sesekali ya. Salah satu manfaat buah durian bagi tubuh adalah meningkatkan energi tubuh.

  • Menambah asupan kalori

Ketika Momsday sedang dalam fase menyusui, meningkatkan kalori adalah hal yang berguna untuk Moms lakukan. Berdasarkan informasi dari jurnal La Leche League International, Momsday yang sedang menyusui memerlukan 1.800 kalori dalam sehari. Momsday dapat mencukupi kebutuhan kalori kalian melalui buah durian lho! 1 kg buah durian memiliki 1.350 kalori.

  • Meningkatkan kualitas tidur

Menjadi seorang Ibu, tentunya menjadikan kalian semakin sibuk untuk mengurus kebutuhan Si Kecil. Selain itu, kualitas tidur Moms juga dipengaruhi oleh suasana hati kalian. Salah satu cara yang dapat Moms lakukan untuk menangani masalah ini adalah dengan memakan buah durian. Karena buah ini mengandung triptofan (asam amino esensial) yang bisa kalian ubah menjadi melatonin. Hormon ini dapat mengontrol siklus tidur menjadi lebih baik.

Jenis makanan yang tidak boleh Moms konsumsi saat menyusui

Secara garis besar, tidak ada larangan bagi Ibu menyusui untuk mengonsumsi buah durian. Namun, terdapat beberapa jenis makanan yang harus Moms hindari saat sedang menyusui Si Kecil ya. Seperti misalnya makanan pedas, makanan manis, minuman manis, makanan cepat saji, dan juga beberapa sayuran yang memiliki kandungan gas yang berlebih. Pastikan untuk menghindari makanan dengan kriteria tersebut ya Moms.

Nah itu dia fakta mengenai keterangan bahwa Ibu menyusui boleh mengkonsumsi durian ya! Namun dengan catatan, kalian tidak memiliki riwayat penyakit diabetes gestasional tidak boleh mengkonsumsi buah durian ya. Kira-kira kalian ingin Atika bagikan artikel tentang apalagi nih Moms? Tulis saran kalian melalui kolom komentar ya Moms!

JANGAN LUPA BACA ARTIKEL INI YA MOMS! 5 TIPS IBU HAMIL UNTUK MELAKUKAN JOGGING

Bayi merasa kembung

BAYI MERASA KEMBUNG DAN SUSAH BAB? YUK, LAKUKAN HAL INI!

Hello Momsday! Siapanih diantara kalian yang seringkali melihat Bayi merasa kembung dan susah BAB? Hal ini terjadi karena beberapa hal, seperti masalah pada pencernaannya ataupun bisa jadi karena pemilihan susu formula yang tidak tepat. Pada artikel kali ini, Atika akan menjelaskan informasi cara menangani Bayi merasa kembung dan susah BAB! Yuk, simak artikel ini sampai habis!

Pada umumnya, bayi yang mengalami kembung dan juga susah BAB ketika berusia 1-3 bulan adalah hal yang wajar. Hal ini seringkali terjadi karena sistem pencernaan Si Kecil masih belum sempurna. Walaupun begitu, masalah seperti perut kembung dan susah BAB bisa menjadi salah satu masalah yang membuat Si Kecil merasa gelisah. Oleh karena itu, penting bagi Momsday mengetahui cara untuk menangani masalah ini.

Sebelum membahas cara penanganannya, Momsday perlu mengetahui penyebab masalah ini dapat terjadi ya. Berikut adalah penjelasan terjadinya masalah perut kembung pada Si Kecil.

Tanda Bayi mengalami perut kembung

Dalam saluran pencernaan Si Kecil, terdapat gas udara yang biasanya Si Kecil keluarkan melalui kentut ataupun sendawa. Akan tetapi, terkadang Si Kecil belum mampu melakukan hal itu sehingga menyebabkan perut Si Kecil terasa kembung. Hal ini juga mengakibatkan Si Kecil seringkali merasa gelisah dan juga rewel. Selain itu, berikut adalah tanda-tanda Si Kecil merasakan perut kembung.

  • Perut Si Kecil lebih terasa keras saat Moms pegang.
  • SI Kecil seringkali mengangkat kedua kakinya ke dada atau menendang.
  • Si Kecil seringkali merasa sulit tidur.
  • Si Kecil seringkali merasa rewel dan gelisah.
  • Si Kecil seringkali menggeliat dan melengkunkan punggunggnya ke belakang.

Penyebab terjadinya perut kembung pada Bayi

Masalah Perut kembung Si Kecil sering terjadi karena beberapa hal, baik itu karena faktor internal maupun eksternal. Penyebab terjadinya masalah ini sangatlah beragam, seperti misalnya makanan yang Momsday konsumsi, Hal ini berpengaruh pada bayi yang masih mengonsumsi ASI. Tidak hanya Moms, Makanan yang Si Kecil konsumsi juga menjadi salah satu penyebab terjadinya perut kembung.

Cara mengatasi perut kembung Si Kecil

  • Memijat Perut Bayi

Langkah pertama yang dapat Momsday lakukan untuk menangani masalah perut kembung yang Si Kecil alami adalah dengan memijat perutnya. Kalian bisa melakukan langkah ini dengan cara meletakkan bayi pada posisi tidur telentang di Kasur. Sesudah itu, Momsday bisa memijat bagian perutnya menggunakan minyak pijat khusus untuk Bayi ya.

  • Mengusap punggung Bayi

Tidak hanya memijat bagian perut Si Kecil, Moms juga bisa mengusap punggung Bayi sebagai langkah menangani perut kembung Si Kecil. Momsday bisa meletakkan Bayi pada bagian atas kedua paha dengan posisi perut menghadap ke bawah atau telungkup. Setelah itu, langkah selanjutnya Momsday bisa mengusap punggungnya secara perlahan untuk membuat Si Kecil merasa rileks.

  • Menyusui dengan posisi benar

Selain melakukan penanganan melalui berbagai tindakan, Momsday juga harus memerhatikan pola makan yang Si Kecil dapatkan ya. Posisi ketika kalian sedang menyusui Si Kecil juga berpengaruh pada masalah perut kembung yang Si Kecil rasakan. Kalian bisa menyusui mereka dengan posisi lebih sedikit tegak agar susunya dapat masuk  kedalam bagian perut Si Kecil secara teratur sehingga tidak menimbulkan masalah.

  • Berikan ASI atau MPASI sebelum Si Kecil lapar

Pada umumnya, ketika Si Kecil sudah merasakan lapar, mereka seringkali rewel dan menangis. Hal ini mengakibatkan Si Kecil lebih banyak menelan angin bersamaan dengan makanannya sehingga rentan mengalami masalah perut kembung. Karena itu pastikan Moms memberikan makanan pada waktu Si Kecil belum lapar.

Nah itu dia penjelasan informasi mengenai cara menangani Bayi merasa kembung dan susah BAB ya Moms! Ketika Bayi sudah tidak merasakan perut kembung, mereka akan lebih mudah mencerna makanan dengan baik sehingga membuat mereka bisa BAB dengan lancar lho! Kira-kira kalian ingin Atika bagikan artikel apalagi nih Moms? Tulis di komentar ya!

JANGAN LUPA BACA ARTIKEL IN YA MOMS! APAKAH BAYI HARUS DISUSUI SETIAP 2 JAM SEKALI? YUK, SIMAK!

Mengajarkan anak sikap toleransi

CARA MENGAJARKAN ANAK SIKAP TOLERANSI SEJAK DINI!

Hello Momsday! Toleransi menjadi salah satu sikap penting yang wajib kalian ajarkan kepada Si Kecil sejak dini. Toleransi adalah sikap keterbukaan dan juga rasa menghormati suatu perbedaan antara manusia yang satu dengan lainnya. Pada artikel kali ini, Atika akan menjelaskan kepada kalian cara mengajarkan anak sikap toleransi sejak dini ya! Yuk, Simak artikel ini sampai habis!

Toleransi adalah konsep penting yang harus kalian tanamkan kepada Si Kecil, mengingat Indonesia adalah negara yang memiliki macam-macam suku dan budaya. Mengajarkan anak sikap toleransi sangat bermanfaat supaya mereka bisa mendapatkan hidup yang baik dan juga damai. Selain itu, sikap toleransi sangat penting untuk menciptakan masa depan yang cerah untuk sang buah hati.

Pertumbuhan dan juga perkembangan sang buah hati dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah lingkungan keluarga sendiri. Kalian bisa memulainya menanamkan sikap toleransi Momspapsday untuk Si Kecil dengan berbagai cara yang positif. Berikut adalah beberapa langkah-langkah yang dapat Momspapsday lakukan untuk mengajarkan anak sikap toleransi sejak dini!

Momspapsday menjadi contoh yang baik untuk anak

Langkah pertama yang dapat Momspapsday lakukan pertama kali adalah menjadikan kalian sebagai sosok yang dapat Si Kecil contoh. Hal ini menjadi langkah awal yang efektif untuk mengajarkan Si Kecil memiliki sikap toleransi. Karena secara garis besar, Si Kecil akan meniru berbagai hal dari orang-orang yang ada di lingkungan terdekatnya. Untuk itu penting bagi kalian memperlihatkan Si Kecil sikap menghargai sesame manusia ya.

Ajari Si Kecil mendengarkan orang lain

Setelah memberikan contoh yang baik, langkah selanjutnya adalah mengajarkan Si Kecil mendengarkan orang lain. Poin terpenting ketika mendengarkan adalah membiarkan orang lain menyampaikan pendapatnya secara jelas tanpa adanya intervensi. Hal ini adalah langkah dasar penting untuk membuat Si Kecil memiliki pemahaman untuk menghargai pendapat orang lain.

Akui suatu perbedaan yang ada pada keluarga

Mengajarkan toleransi kepada Si Kecil bisa Momspapsday ajarkan dengan cara menunjukkan bahwa Papsday dan juga Momsday menerima kemampuan, minat, dan gaya Si Kecil dengan saudaranya yang mungkin berbeda. Melalui hal ini, Momspapsday dapat menghargai keunikan dan juga perbedaan setiap anggota keluarga di rumah kalian. Dengan begitu Si Kecil juga merasa nyaman untuk meniru kebaikan kalian.

Bantu Si Kecil menerima dirinya sendiri

Secara garis besar, anak-anak cenderung melakukan suatu hal sesuai dengan perasaannya. Oleh karena itu, penting bagi Momspapsday untuk membantu Si Kecil merasa nyaman dengan diri sendirinya. Dengan memberi perasaan positif kepada Si Kecil, mereka tentunya dapat memberikan hal yang positif itu untuk lingkungan sekitarnya. Karena itulah, pola asuh yang baik dari Momspapsday juga menentukan kepribadian Si Kecil.

Nah itu dia beberapa langkah yang dapat Momspapsday terapkan untuk mengajarkan anak sikap toleransi sejak dini. Kalian bisa menerapkan cara-cara tersebut agar Si Kecil bisa memahami pentingnya itu menghargai serta menerima suatu perbedaan. Kira-kira kalian ingin Atika bagikan artikel tentang apalagi nih Momspapsday? Berikan saran kalian melalui komentar ya!

JANGAN LUPA BACA INI YA! 7 CARA MENGATASI RASA GROGI PADA ANAK

Penyakit asma pada anak

PENYAKIT ASMA PADA ANAK: PENYEBAB DAN CARA MENGATASINYA!

Hello Momspapsday! Asma adalah suatu penyakit kronis yang dapat mengganggu sistem pernapasan manusia. Penyakit ini tidak hanya dialami orang dewasa, anak kecil pun bisa terkena penyakit ini. Sebagai orang tua, kita ingin Si Kecil dalam keadaan sehat selalu bukan? Pada artikel kali ini, Atika akan menjelaskan penyakit asma pada anak serta cara mengatasinya ya Moms! Yuk, Simak sampai habis!

Pada umumnya, penyakit asma pada anak juga sama dengan penyakit asma yang menjangkit orang dewasa. Asma yang terjadi pada anak-anak juga memiliki beberapa tingkatan, baik dari yang memiliki gejala yang rendah maupun yang parah. Hal ini tentunya bisa menganggu aktifitas-aktifitas yang akan Si Kecil llakukan lho! Berikut adalah penjelasan penyebab terjadinya penyakit asma pada anak.

Penyebab terjadinya Asma pada Anak

Sebelum mengetahui cara mengatasinya, Momspapsday perlu mengetahui asal mula penyebab terjadinya penyakit asma pada Si Kecil. Anak yang mengidap penyakit asma mungkin akan memiliki orang tua ataupun kerabat terdekatnya yang memiliki riwayat penyakit yang sama. Karena secara garis besar, penyakit asma lebih cenderung terjadi karena adanya faktor keturunan. Namun penyakit asma pada anak tidak hanya terjadi karena faktor keturunan saja.

Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya penyakit asma pada Si Kecil lho! Berikut adalah berbagai macam penyebab terjadinya asma pada sang buah hati:

  • Alergi terhadap berbagai hal seperti serbuk sari, jamur, dan juga bulu hewan peliharaan.
  • Adanya iritasi dan juga polutan di udara.
  • Terjadi infeksi pernapasan seperti flu dan juga pilek.
  • Kondisi cuaca yang buruk.
  • Refluks gastroesofageal.

Gejala penyakit Asma

Gejala asma pada Si Kecil biasanya menunjukkan tanda yang berbeda-beda, hal ini yang membuat sulit untuk mendeteksi penyakit asmanya. Walaupun begitu, asma dapat Momspapsday ketahui melalui pernapasan Si Kecil. Jika pernapasan mereka mengeluarkan bunyi dan mangalami sesak napas, maka besar kemungkinan Si Kecil mengalami asma. Selain itu terdapat gejala-gejala pada umumnya yang seringkali terjadi pada Si Kecil, Seperti misalnya:

  • Sulit bernapas ataAnak tidak mau makan atau menyusu.
  • Kulit pucat disertai kuku dan bibir kebiruan.
  • Tampak lemas dan kurang aktif.
  • Terlihat kurang bertenaga, mudah lemas atau capek, dan sering batuk saat beraktivitas.
  • Otot dada dan leher tampak tertarik ketika Si Kecil bernapas atau hidung kembang kempis ketika bernapas.
  • Si Kecil tampak rewel karena dadanya merasa sesak atau tidak nyaman.

Cara mengatasi Asma pada Si Kecil

Penyakit asma pada sang buah hati pada umumnya, tidak bisa Momspapsday sembuhkan namun gejala yang timbul bisa kalian atasi. Selain menangani gejalanya, cara-cara ini bisa mencegah kambuhnya penyakit asma pada sang buah hati. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Momspapsday lakukan untuk menangani penyakit asma pada Si Kecil.

  • Hindari faktor pemicu kambuhnya gejala asma.

Faktor pemiicu terjadinya gejala asma pada anak itu  berbeda-beda. Namun, pada umumnya pemicu terjadinya penyakit asma adalah suatu kondisi lingkungan yang tidak mempunyai kualitas udara yang bersih. Seperti misalnya ketika Si Kecil menghirup udara yang berdebu, asap rokok, asap kendaraan, dan juga ketika mereka melakukan aktifitas yang berat.

  • Berikan obat asma

Salah satu penanganan yang efektif untuk mengatasi penyakit maag pada anak adalah memberikan obat asma. Terdapat dua jenis obat penyakit asma yang bisa Momspapsday berikan kepada sang buah hati. Jenis obat yang pertama adalah controller,obat ini berguna untuk mencegah kambuhnya gejala asma. Sedangkan yang kedua adalah reliever, obat ini berguna untuk meredakan gejala asma yang sedang berlangsung.

  • Terapi oksigen

Cara terakhir yang bisa Momspapsday berikan untuk Si Kecil adalah terapi oksigen.  Teknik terapi oksigen bisa kalian lakukan dengan memberikan oksigen murni di dalam ruangan yang bertekanan tinggi. Terapi oksigen ini sangat berguna untuk membuat Si Kecil menghirup oksigen lebih banyak. Hal ini berguna untuk memperbaiki dan juga menstabilkan kondisi pernapasan Si Kecil.

Nah itu dia penjelasan mengenai penyakit asma pada anak beserta langkah-langkah yang bisa Momspapsday lakukan untuk menanganinya. Jika cara-cara tersebut masih belum efektif untuk menangani Si Kecil, segerlah bawa ia ke dokter ya! Jika kalian ingin melakukan konsultasi dari jarak jauh, kalian bisa menggunakan aplikasi Parentoday ya!

JANGAN LUPA BACA INI YA MOMS! TIPS MENCEGAH IBU HAMIL TERKENA PNEUMONIA

7 PENYEBAB DAN CARA MENGATASI GUSI BENGKAK PADA ANAK

Hello Momsday! Gusi bengkak pada anak bisa terjadi karena berbagai faktor. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh penumpukan plak dan bakteri pada gigi dan gusi. Selain itu, gusi bengkak pada anak juga bisa terjadi akibat gangguan kesehatan tertentu. Pada artikel kali ini, Atika akan membahas 7 penyebab dan cara mengatasi gusi bengkak pada anak.

Untuk memberikan solusi kepada gusi bengkak Si Kecil, Momspapsday harus lebih dahulu mengetahui penyebab gusi bengkaknya ya. Berikut adalah tujuh penyebab kenapa Si Kecil bisa mengalami bengkak pada gusinya.

Plak dan bakteri pada gigi

Plak dan bakteri pada gigi dan gusi bisa menjadi penyebab utama gusi bengkak pada anak. Penumpukan plak yang tidak teratasi dengan baik bisa menyebabkan peradangan pada gusi dan memicu pembengkakan pada gusi Si Kecil. Oleh karena itu, pastikan sang buah hati untuk menggosok gigi secara rutin dan juga teratur ya Moms.  

Infeksi gigi atau gusi

Infeksi gigi atau gusi juga bisa menjadi salah satu penyebab gusi bengkak pada Si Kecil. Kondisi ini bisa terjadi karena terdapat bakteri yang masuk ke dalam jaringan gusi dan memicu peradangan. Oleh karena itu, penting bagi Momsday untuk menyuruh Si Kecil mencuci tangan sebelum dan juga sesudah makan. Selain itu, penting untuk memantau semua makanan yang akan Si Kecil konsumsi.

Gigi berlubang

Penyebab gusi bengkak pada Si Kecil juga dapat terjadi karena adanya gigi yang berlubang. Gigi berlubang yang tidak segera teratasi bisa menyebabkan infeksi pada gigi dan gusi. Hal ini tentunya dapat menyebabkan suatu efek pembengkakan dan peradangan pada gusi. Untuk itu, jika Si Kecil memiliki gigi yang berlubang, langsung bawa Si Kecil ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang baik ya Moms.

Tekanan gigi saat gigi susu tumbuh

Pada umumnya setiap anak yang masih kecil berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu perkembangan yang akan Si Kecil alami adalah pertumbuhan giginya. Namun, perlu Moms tahu bahwa gigi susu yang tumbuh bisa menekan gusi dan menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini sering kali terjadi pada anak-anak yang sedang tumbuh gigi susu.

Gangguan sistem kekebalan tubuh

Pada dasarnya sang buah hati yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh juga berisiko mengalami masalah gusi bengkak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang menyerang gusi. Karena itu, penting bagi Momsday untuk memberikan makanan yang memiliki gizi dan vitamin yang baik untuk mendukung pertumbuhan Si Kecil.

Defisiensi vitamin C

Salah satu vitamin yang berguna untuk mendukung pertumbuhan dan juga perkembangan Si Kecil adalah vitamin C. Pada dasarnya, ketika mereka kekurangan vitamin C hal ini bisa memicu gusi bengkak lho! Vitamin C memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan gusi lho! Moms dapat memberikan asupan vitamin C  melalui berbagai makanan seperti buah jeruk dan stroberi ya.

Defisiensi vitamin K

Vitamin K juga penting untuk menjaga kesehatan gusi. Kekurangan vitamin K bisa menyebabkan perdarahan pada gusi dan memicu pembengkakan. Beberapa jenis penyakit gusi seperti periodontitis dan gingivitis bisa menyebabkan gusi bengkak pada anak-anak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh penumpukan plak dan bakteri pada gigi dan gusi.

Nah itu dia 7 penyebab dan cara mengatasi gusi bengkak pada anak ya Moms. Untuk mengatasi gusi bengkak pada anak, pertama-tama perlu Moms identifikasi penyebabnya. Jika kondisi tersebut terjadi karena salah satu dari tujuh faktor tersebut, maka kalian dapat memberikan solusi yang terbaik kepada Si Kecil. Kira-kira kalian mau Atika bahas apalagi nih Moms? Yuk, berikan saran kalian di komentar.

Coba baca ini juga yuk Moms 7 JENIS MAKANAN YANG DAPAT MENURUNKAN GULA DARAH

7 CARA MENGATASI ANAK NAKAL TANPA MEMARAHINYA SECARA BERLEBIHAN

Hello Momspapsday! Anak yang nakal bisa menjadi tantangan bagi orang tua. Sebagian besar orang tua cenderung memarahi anak ketika mereka berperilaku nakal. Namun, memarahi anak tidak selalu efektif dalam mengatasi perilaku nakal mereka. Pada artikel kali ini, Atika akan membagikan informasi berupa tips mengenai 7 cara mengatasi anak nakal tanpa memarahinya secara berlebihan.

 Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak yang nakal tanpa harus memarahi mereka. Berikut adalah tujuh cara efektif yang bisa Momspapsday coba terapkan untuk Si Kecil. Yuk, Simak artikel ini sampai habis!

Terapkan sistem pujian dan penghargaan

Pada umumnya, sang buah hati lebih cenderung merespons positif pada pujian dan juga penghargaan. Jadi, ketika Si Kecil berperilaku baik, berikanlah pujian atau penghargaan kepada mereka. Hal ini berguna untuk menunjukan apresiasi Momsdan dan juga Papsday kepada mereka lho! Efek positif dari hal ini akan membuat anak merasa dihargai dan merasa terinspirasi untuk terus berperilaku baik.

Berikan perhatian yang cukup

Ketika Si Kecil merasa tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari Momspapsday, mereka lebih cenderung merasa teracuhkan. Hal ini memiliki efek yang membuat terkadang mereka akan melampiaskan emosinya dengan perilaku nakal. Jadi, pastikan untuk memberikan perhatian yang cukup pada sang buah hati dan libatkan juga mereka dalam kegiatan keluarga ya Momspapsday

Ajarkan keterampilan emosi

Sang buah hati yang nakal seringkali tidak memiliki keterampilan emosi yang cukup. Oleh karena itu, penting bagi Momsday dan juga Papsday untuk mengajarkan Si Kecil tentang bagaimana mengelola emosi mereka. Kalian bisa memulainya dengan membantu mereka mengidentifikasi emosi yang mereka rasakan dan ajarkan cara yang sehat untuk mengekspresikan dan mengelolanya.

Ciptakan lingkungan yang aman dan positif

Pada dasarnya Si Kecil sangat suka meniru seseorang yang ada pada lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, penting bagi Momspapsday untuk memerhatikan dan menjaga pada lingkungan Si Kecil ya. Lingkungan yang tidak aman atau tidak positif dapat memicu perilaku nakal pada anak. Ciptakan lingkungan yang aman dan positif di rumah Anda dengan menetapkan batasan yang jelas dan konsisten.

Berikan pilihan yang terbatas

Memberikan pilihan pada sang buah hati dapat membantu mereka merasa dihargai dan merasa memiliki kendali atas hidup mereka. Akan tetapi, memberikan pilihan yang terlalu banyak juga dapat membuat anak bingung. Berikanlah pilihan yang terbatas namun jelas, selain itu pastikan juga bahwa semua pilihan yang kalian berikan kepada Si Kecil adalah pilihan yang positif.

Ajarkan konsekuensi dari perilaku nakal

Ketika anak melakukan perilaku nakal, penting untuk mengajarkan konsekuensi dari perilaku tersebut. Berikan pemahaman yang jelas tentang dampak perilaku mereka pada orang lain dan lingkungan sekitar. Hal ini berguna untuk mengajari sang buah hati, bahwa setiap melakukan hal yang negatif tentunya juga akan menghasilkan sisi yang tidak baik juga. Hal ini merupakan salah satu cara mengatasi anak nakal yang baik lho!

Berbicara dengan anak

Poin yang terakhir, penting untuk berbicara dengan sang buah hati secara terbuka dan jujur. Dengan berbicara dengan Si Kecil, Momspapsday bisa memahami lebih baik apa yang menyebabkan perilaku nakal Si Kecil. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang sang buah hati, Momspapsday bisa mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam mengatasi perilaku nakal mereka.


Nah itu dia 7 cara mengatasi anak nakal tanpa memarahinya secara berlebihan ya Momspapsday! Mengatasi anak yang nakal tanpa memarahi mereka bisa menjadi tantangan, tetapi dengan strategi yang tepat, hal itu bisa dicapai. Pastikan Momspapsday mengingat bahwa setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, jadi carilah strategi yang paling efektif untuk Si Kecil dan jangan ragu untuk mencari bantuan dari ahli jika Momspapsday merasa memerlukan hal itu.

JANGAN LUPA BACA INI YA MOMSPAPSDAY! MENGENAL POLA ASUH HYPER PARENTING SERTA DAMPAKNYA BAGI ANAK


POLA ASUH LAZY PARENTING BESERTA EFEKNYA

YUK, KENALI POLA ASUH LAZY PARENTING BESERTA EFEKNYA KEPADA ANAK!

Hello Momspapsday! Berbeda jauh dengan pola asuh Hyper Parenting, pola asuh lazy parenting adalah salah satu pola asuh yang menerapkan kebebasan kepada Si Kecil. Hal ini membuat anak yang lahir dari pola asuh ini memiliki rasa percaya diri yang baik ketika melakukan sesuatu. Kali ini, Atika akan menjelaskan kepada kalian informasi mengenai pola asuh lazy parenting beserta efeknya kepada anak ya Moms!

Sebelum membahas efeknya, pola asuh ini juga menerapkan bahwa setiap orang tua hanya duduk dan memastikan bahwa sang buah hati tidak melukai dirinya sendiri dengan cara apa pun. Kebanyakan Momspapsday yang menerapkan pola asuh ini akan membiarkan anaknya untuk belajar dari pengalamannya sendiri. Berikut adalah beberapa efek yang timbul dari pola asuh Lazy Parenting kepada Si Kecil.

Si Kecil akan merasa lebih mandiri

Pada dasarnya, pola asuh lazy parenting memberikan semua pilihan kepada Si Kecil, sehingga mereka dapat menentukan setiap hal yang harus ia lakukan. Hal ini tentunya akan membuat Si Kecil merasa lebih mandiri dalam melakukan segala hal. Namun, sebaik-baiknya kita memberikan pilihan kepada Si Kecil secara bebas, kita juga harus tetap mengawasi perkembangan Si Kecil ya Momspapsday.

Si Kecil akan merasa lebih percaya diri

Selain membuat Si Kecil menjadi pribadi yang mandiri, pola asuh ini juga membuat Si Kecil bisa tampil lebih percaya diri. Karena pola asuh ini akan membuat sang buah hati bisa mengeksplore segala hal. Lazy parenting akan membuat mereka akan tampil lebih bersinar dibanding anak yang terlahir dari pola asuh hyper parenting. Karena pola asuh ini tidak terlalu membatasi Si Kecil secara ekstream.

Mempunyai kemampuan Problem Solving yang baik

Dampak yang muncul dari pola asuh hyper parenting adalah membuat Si Kecil dapat melatih dan mengasah kemampuan problem solvingnya. Pada umumnya, gaya parenting ini membiar Si Kecil untuk mencoba sesuatu secara mandiri sehingga mereka bisa merasakan hal baru dari suatu pengalaman. Hal ini akan membuat Si Kecil mempunyai pengalaman berharga sebagai bekal untuk mengatasi masalah yang akan ia hadapi nantinya.

Mempunyai kemampuan bersosialisasi dengan baik.

Tidak hanya melatih dan juga mengasah kemampuan problem solving, gaya parenting ini juga dapat melatih kemampuan anak dalam bersosialisasi. Setiap anak yang lahir dari pola asuh ini akan membuat mereka merasa lebih fleksibel untuk berkomunikasi dan juga bersosialisasi dengan teman-temannya. Karena pada dasarnya, mereka bisa mengatur jadwal waktunya sendiri untuk pergi bersama temannya.

Nah itu dia informasi mengenai pola asuh lazy parenting beserta efeknya kepada anak ya Moms! Pola asuh ini memang cukup baik untuk perkembangan Si Kecil. Akan tetapi, kalian harus tetap mengawasi setiap keputusan yang akan Si Kecil ambil ya. Hal ini harus kalian lakukan agar mereka tidak melakukan hal yang negatif. Kira-kira kalian mau Atika bahas artikel tentang apalagi nih Moms? Yuk, tulis saran kalian di komentar ya!

JANGAN LUPA BACA INI YA MOMSPAPSDAY! MENGENAL POLA ASUH HYPER PARENTING SERTA DAMPAKNYA BAGI ANAK